
Merokok adalah kebiasaan buruk yang salah satunya dapat memicu penebalan atau penyempitan pembuluh darah.
Rokok mengandung nikotin yang memacu pengeluaran zat-zat seperti adrenalin, yang merangsang peningkatan denyut jantung dan tekanan darah.
Rokok juga mengandung karbon mono-oksida (CO) yang memiliki kemampuan jauh lebih kuat daripada sel darah merah (hemoglobin) untuk mengikat oksigen. CO menurunkan kapasitas sel darah merah membawa oksigen ke jaringan-jaringan termasuk jantung. Hal ini perlu diperhatikan terutama bagi penderita PJK, karena pembuluh darahnya sudah terdapat plak dengan aliran darah yang sudah sangat berkurang.
Perokok 2-3 kali lebih mungkin terkena stroke dibanding mereka yang tidak merokok dan umumnya mengalami penyumbatan arteri di kaki yang sering mengakibatkan kejang pada waktu olah raga.
Untuk membantu Anda berhenti merokok klik di sini.
Kegemukan mendorong timbulnya faktor risiko lain seperti Diabetes, Hipertensi, yang pada taraf selanjutya meningkatkan risiko PJK.
Berat badan ideal adalah proporsi berat badan dan tinggi badan yang secara statistik dianggap paling baik untuk menjamin kesehatan.
Indeks Massa Tubuh (IMT) atau Body Mass Index (BMI) merupakan alat atau cara yang sederhana untuk memantau status gizi orang dewasa, khususnya yang berkaitan dengan kekurangan dan kelebihan berat badan. Penggunaan IMT hanya untuk orang dewasa berumur ≥ 18 tahun dan tidak dapat diterapkan pada bayi, anak, remaja, ibu hamil, dan olahragawan.
Untuk mengetahui nilai IMT ini, dapat dihitung dengan rumus berikut:
| Status Gizi | Kategori | Nilai IMT |
|---|---|---|
| Kurus | Kekurangan berat badan tingkat berat | < 17,0 |
| Kekurangan berat badan tingkat ringan | 17,0 - 18,4 | |
| Normal | 18,5 - 25,0 | |
| Gemuk | Kelebihan berat badan tingkat ringan | 25,1 - 27,0 |
| Kelebihan berat badan tingkat berat | > 27,0 |