Secure Image

Ulang gambar jika karakter tidak terbaca.

Lupa password?

a

Kepatuhan

Selain diet dan berolahraga dengan benar, kepatuhan dan kedisiplinan untuk peduli dengan kolesterol adalah kunci keberhasilan mengendalikan kolesterol.

 

Terdapat 3 hal yang harus diperhatikan, yaitu:

1. Pemeriksaan Berkala

Untuk mengontrol kadar kolesterol dalam darah, sebaiknya pemeriksaan di laboratorium dilakukan secara berkala minimal setiap 6 bulan sekali. Untuk pasien dengan risiko tinggi, pemeriksaan kolesterol dilakukan setiap 3 bulan. Untuk mengetahui kadar kolesterol dalam darah, dapat dilakukan dengan melakukan tes di laboratorium dengan puasa selama ± 10 jam sebelum pemeriksaan.

Adapun nilai normal untuk kolesterol adalah sebagai berikut:

 

    • Kolesterol HDL : > 40 mg/dl

    • Trigliserida : < 150 mg/dl

    • Kolesterol Total : < 200 mg/dl

  • Kolesterol LDL : Nilai normal kolesterol LDL bergantung kepada jumlah faktor risiko seseorang terhadap PJK.
    Semakin banyak jumlah faktor risikonya, maka semakin rendah nilai kolesterol LDL yang harus dicapai.

* Jika jumlah faktor risiko PJK 0 – 1, maka kolesterol LDL < 160 mg/dl (kategori risiko ringan)
* Jika jumlah faktor risiko PJK > 2, maka kolesterol LDL < 130 mg/dl (kategori risiko sedang)
* Jika seseorang ada riwayat PJK ataupun diabetes, maka kolesterol LDL < 100 mg/dl (kategori risiko berat)
* Jika seseorang dengan riwayat PJK dan diabetes, atau PJK / diabetes dan risiko multipel, maka target kolesterol LDL < 70 mg/dl (kategori risiko sangat berat).

 

Tes risiko Anda disini

 

2. Konsultasi dengan dokter

Jadwalkan waktu Anda untuk secara rutin berkonsultasi dengan dokter agar dapat memprogram kolestrol Anda dalam jangka menengah maupun panjang.

Pfizer 3 Ring peduli kolesterol juga menyediakan sebuah sumber konsultasi online bagi Anda dengan para pakar kolesterol / dokter, untuk memperkaya pengetahuan Anda.

Namun demikian, konsultasi online BUKAN sebagai alternatif pengganti konsultasi dengan dokter Anda, melainkan sebagai pelengkap.Bila Anda membutuhkan referensi untuk berkonsultasi dengan dokter, silakan masuk ke halaman Referensi Dokter.

img3. Minum obat secara teratur

Apabila dalam 3 - 6 bulan setelah melakukan diet dan olahraga kadar kolesterol terus naik, mengkonsumsi obat dengan teratur adalah cara yang baik dalam menghindari risiko terkenanya penyakit jantung koroner dan stroke. Pemilihan obat yang dikonsumsi adalah atas rekomendasi dokter.

Kenapa Perlu Obat?

Bila kadar kolesterol dalam tubuh tidak dapat mencapai target walaupun olahraga dan diet sudah dilaksanakan, maka dengan rekomendasi dokter, obat dapat membantu untuk mencegah terjadinya penyakit kardioserebrovaskular, seperti penyakit jantung koroner dan Stroke. Pertanyaan yang sering ditanyakan adalah ”Apakah saya harus minum obat seumur hidup saya?”. Sebaiknya pengobatan tetap diteruskan, terutama pada pasien yang memiliki risiko tinggi. Penelitian menunjukkan bahwa selain menurunkan nilai kolesterol, statin memiliki manfaat yang lebih pada perbaikan fungsi pembuluh darah.

”Jadi, apakah artinya minum obat seumur hidup akan menyebabkan kadar kolesterol terlalu rendah?” Justru Tidak. Terdapat penelitian bahwa mereka yang mengkonsumsi obat penurun kolesterol jangka panjang mendapatkan manfaat turunnya risiko kematian ataupun penyakit jantung koroner dan stroke.

Obat Yang Tepat

Faktor keamanan dan bukti klinis suatu obat juga harus menjadi bahan pertimbangan jika obat tersebut akan dikonsumsi untuk jangka panjang.

Obat-obat penurun kolesterol dapat digolongkan:

  1. Statin: memiliki efek yang poten dalam menurunkan terutama kolesterol jahat (LDL-C). Disamping menurunkan LDL-C, statin juga mampu menurunkan trigliserida, dan sedikit meningkatkan HDL-C.
  2. Fibrat: memiliki efek yang kuat dalam menurunkan trigliserid serta meningkatkan HDL-C. Kolesterol jahat (LDL-C) juga dapat
    diturunkan, akan tetapi kemampuannya tidak sebesar golongan statin.
  3. Lain-lain: Niasin: hanya memiliki efek untuk meningkatkan HDL saja.
a